Stok Beras Korban Gempa NTT Dipastikan Aman Sampai Satu Tahun, Mentan Amran Buka Gudang Bulog 24 Jam

Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:55:31 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau stok beras di gudang Bulog untuk penyaluran bantuan bagi pengungsi gempa di NTT.

JAKARTA — Pemerintah memastikan pasokan beras untuk warga yang mengungsi akibat gempa di NTT tidak akan putus. Kepastian ini disampaikan langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat meninjau penyaluran bantuan di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Kamis.

Amran menyebut stok beras yang tersimpan di gudang Bulog NTT mencapai 39 ribu ton. Jumlah itu dinilai lebih dari cukup untuk menopang kebutuhan 34.600 pengungsi yang setiap bulannya membutuhkan sekitar 300 ton beras.

“Insya Allah tidak akan ada kekurangan, stok beras kita secara nasional 5,2 juta ton, stok kita di NTT 39 ribu ton, jadi ini stok kita sangat banyak sampai satu tahun ke depan cukup,” ujarnya dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta.

Gudang Bulog Dibuka 24 Jam, Administrasi Dipangkas

Untuk mempercepat distribusi, Amran memerintahkan jajaran Bulog memangkas birokrasi. Para pemda terdampak tidak perlu lagi menunggu proses administrasi yang panjang untuk mengajukan bantuan.

“Hari ini kami sampaikan ke posko, tidak usah menunggu surat. Bila ada butuh beras, langsung kirim,” tegasnya.

Ia juga meminta para bupati dan wakil bupati di lokasi bencana tidak ragu mengajukan kebutuhan riil warga. Gudang penyimpanan pangan akan dibuka selama 24 jam nonstop.

“Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, 24 jam kami buka gudang. Yang Bapak minta untuk 59 ribu, saya penuhi sampai tiga bulan ke depan. Kalau nanti belum cukup, tambah,” kata Amran.

Bantuan 5.386 Ton Beras untuk Empat Kabupaten

Total bantuan beras yang dialokasikan pemerintah untuk empat kabupaten terdampak gempa di NTT mencapai 5.386 ton. Nilainya sekitar Rp 75,4 miliar, mencakup bantuan bencana dan bantuan pangan reguler.

Khusus untuk Kabupaten Manggarai, pemerintah menyiapkan 200 ton beras. Seluruh bantuan ini diberikan gratis kepada masyarakat, termasuk tambahan minyak goreng, gula, dan mi instan.

Sebanyak 35 truk bantuan disiapkan untuk menjangkau wilayah terdampak. Sepuluh truk di antaranya diarahkan ke lokasi yang dikunjungi langsung oleh Mentan Amran.

Arahan Presiden Prabowo untuk Gerak Cepat

Amran menuturkan langkah cepat ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Presiden meminta pemerintah turun ke lapangan memastikan masyarakat terdampak bencana tidak kekurangan pangan.

“Jadi tenang Bapak-Ibu, kami diperintah Bapak Presiden turun untuk melihat langsung,” ujar Amran.

Ia menambahkan, meski stok di NTT terbilang besar, pemerintah tetap berjaga-jaga dengan stok nasional yang mencapai 5,2 juta ton. Jika kebutuhan di lapangan membengkak, tambahan pasokan bisa segera dikirim dari luar daerah.

“Jadi jangan khawatir, makan beras itu tidak bisa ditunda,” pungkasnya.

Tags

Terkini