JEJAKCARBON.COM — Baterai habis di tengah pertandingan online jadi mimpi buruk setiap gamer. Controller Xbox wired menawarkan solusi tanpa baterai, sementara versi wireless memberi kebebasan bergerak. Pilihan keduanya bergantung pada cara dan tempat Anda bermain.
Perdebatan antara controller Xbox berkabel dan nirkabel sudah lama jadi bahan diskusi di komunitas gamer. Microsoft sendiri mengirimkan controller bawaan secara wireless sejak beberapa generasi konsol terakhir. Alasannya sederhana: kebebasan bergerak tanpa terikat kabel.
Namun controller wired punya keunggulan yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Tidak ada baterai yang perlu diisi ulang, tidak ada masalah sinkronisasi, dan harganya biasanya lebih terjangkau. Berikut pertimbangan lengkapnya sebelum Anda membeli gamepad baru.
Input Lag Tidak Selalu Lebih Rendah dengan Kabel
Gamer kompetitif mengejar respons tercepat dari controller mereka. Secara logika, koneksi kabel seharusnya menang telak karena tidak ada latensi nirkabel. Kenyataannya tidak sesederhana itu.
Pengujian Polling Rate Test menunjukkan angka polling rate yang mirip antara controller Xbox yang tersambung via USB dan melalui Xbox Wireless Adapter. Keduanya berada di kisaran 125Hz, yang berarti input delay maksimal sekitar delapan milidetik.
Dalam game berjalan di 60fps, angka itu setara setengah frame. Sebagian besar pemain tidak akan merasakannya. Microsoft juga memakai teknologi Dynamic Latency Input di Xbox Series X dan Series S untuk mengirim input tombol tepat sebelum game membutuhkannya.
Kondisi berbeda terjadi jika Anda menyambung lewat Bluetooth ke PC atau ponsel. Polling Rate Test memperkirakan tambahan delay empat hingga delapan milidetik. Besarnya tergantung perangkat lain yang aktif di sekitar Anda.
Jika controller terasa lambat merespons, mencoba koneksi kabel layak dipertimbangkan. Kabel tidak menghilangkan input lag sepenuhnya, tapi membantu saat koneksi nirkabel tidak stabil. Layar dan performa game juga berpengaruh terhadap keterlambatan yang Anda rasakan.
Baterai Habis di Tengah Permainan
Controller wired menyelesaikan masalah baterai sepenuhnya. Daya mengalir lewat USB, jadi tidak ada pengisian ulang yang perlu dipikirkan. Tidak ada biaya berkelanjutan untuk membeli baterai pengganti.
Kabel USB data yang sesuai standar sudah cukup. Simpan satu di dekat konsol untuk berjaga-jaga saat baterai controller nirkabel Anda habis.
Microsoft memperkirakan controller standar bisa dipakai hingga 40 jam dengan baterai AA. Durasi ini bergantung pada jenis baterai dan aksesori yang terpasang, seperti headset atau keyboard plug-in.
Menyimpan sepasang baterai AA isi ulang untuk swap cepat jadi kompromi yang masuk akal. Microsoft juga menyediakan Xbox Rechargeable Battery yang dipasang di slot baterai AA, lalu diisi dengan kabel USB-C sepanjang 9 kaki.
Panjang kabel itu cukup untuk tersambung ke konsol saat daya mulai menipis di tengah sesi. Alternatif ini lebih praktis dibanding baterai isi ulang yang butuh charger terpisah.
Risiko Tersandung Kabel di Ruang Keluarga
Masalah controller berkabel baru muncul tergantung tempat Anda bermain. Di meja kerja, kabel tidak jadi gangguan berarti. Tidak ada orang lewat di depan Anda, tidak ada anak kecil yang menariknya.
Di ruang keluarga, situasinya berbeda. Kabel berpotensi jadi penghalang dan risiko tersandung. Pertimbangkan jarak: berapa panjang kabel yang dibutuhkan agar Anda bisa duduk nyaman dengan ruang gerak cukup.
Kabel yang terlalu panjang bisa melilit furnitur atau tersangkut saat Anda berdiri dan lupa. Merutekan kabel di bawah karpet atau sepanjang lis dinding membantu, tapi tidak selalu memungkinkan.
Controller nirkabel menghapus semua kekhawatiran itu. Anda bisa duduk di mana saja selama layar terlihat jelas, dan mudah menukar controller saat bermain bersama teman atau keluarga.
Harga Lebih Murah, Pilihan Lebih Luas
Controller Xbox pihak ketiga berkabel sering dijual dengan harga lebih rendah. Pilihan modelnya juga banyak, mulai dari yang meniru bentuk controller resmi hingga desain khusus untuk genre game tertentu.
Bagi gamer dengan anggaran terbatas, controller wired jadi pintu masuk yang masuk akal. Fungsinya sama untuk sebagian besar game, hanya tanpa kebebasan bergerak yang ditawarkan versi nirkabel.
Keputusan akhirnya kembali ke pola bermain Anda. Jika sering bermain game kompetitif di meja dengan koneksi yang tidak stabil, kabel adalah pilihan aman. Jika bermain santai di ruang keluarga bersama keluarga, controller nirkabel dengan baterai isi ulang cadangan lebih praktis.