170 Personel Dikerahkan di 8 Posko, PT Mayawana Persada Perkuat Pemadaman Karhutla dan Jaga Muka Air Gambut di Ketapang-Kayong Utara

170 Personel Dikerahkan di 8 Posko, PT Mayawana Persada Perkuat Pemadaman Karhutla dan Jaga Muka Air Gambut di Ketapang-Kayong Utara
personel dikerahkan di delapan posko untuk memperkuat pemadaman karhutla di Ketapang dan Kayong Utara.

PONTIANAK — PT Mayawana Persada meningkatkan kapasitas tanggap darurat kebakarannya dengan mengerahkan tujuh regu inti dan regu pendukung berjumlah 170 personel di delapan posko pemadam. Mereka disebar untuk melakukan patroli 24 jam, memadamkan titik api, serta membuat sekat bakar di areal PBPH yang membentang di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

Langkah ini merupakan respons atas meningkatnya ancaman karhutla akibat puncak musim kemarau dan fenomena iklim El Niño. Perusahaan memastikan kesiapan sarana pendukung seperti menara pantau, drone, pesawat nirawak VTOL, CCTV, hingga 74 titik sumber air yang tersebar di empat sektor operasional.

Strategi Hidrologi: Menutup Pintu Kanal untuk Jaga Kelembapan Gambut

Di tengah operasi pemadaman, perusahaan menyoroti pentingnya tata kelola air sebagai kunci pencegahan karhutla jangka panjang. Asisten Kepala (Askep) Environment PT Mayawana Persada, Agus Trijoko, menegaskan bahwa infrastruktur kanal di dalam konsesi justru berfungsi untuk menahan air, bukan mengeringkan lahan.

"Menghadapi musim kemarau dan El Niño, seluruh pintu kanal ditutup rapat guna mempertahankan cadangan air di dalam bentang lahan. Secara teknis, perusahaan menjaga Tinggi Muka Air (TMA) rata-rata pada kisaran 40 sentimeter untuk memastikan lahan tetap lembap tanpa menggenangi perakaran tanaman," jelas Agus.

Upaya pembasahan lahan ini dikontrol secara real-time melalui stasiun sensor telemetri otomatis (level logger) selama 24 jam. Langkah ini mengacu pada regulasi pemerintah (PP 71/2014 jo. PP 57/2016) serta literatur ilmiah restorasi gambut tropis untuk mencegah pembakaran gambut di bawah permukaan tanah yang sulit dideteksi.

Bantuan Peralatan Pemadam untuk Desa Binaan di Kayong Utara

Selain penguatan internal, perusahaan juga melibatkan masyarakat sebagai garda terdepan pencegahan karhutla. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR), PT Mayawana Persada menyerahkan bantuan sarana dan prasarana alat pemadam kebakaran kepada Desa Padu Banjar, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Desa Padu Banjar, Kasdy, S.E., didampingi Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Banjar Lestari, Samsidar, serta perwakilan Yayasan Palung, Hendri Gunawan. Desa ini secara geografis berada di bentang alam Hutan Lindung Sungai Paduan dan dinilai rawan terhadap kebakaran.

Penyerahan alat ini merupakan realisasi komitmen perusahaan dalam program kerja kolaboratif Working Group Landscape MATA PANDAWA. Manajemen berharap peralatan tersebut dapat dirawat dan dioptimalkan warga untuk mendeteksi serta menanggulangi potensi karhutla di tingkat tapak secara mandiri.

Prioritas Pemadaman: Evaluasi Menyeluruh dan Respons Cepat

Direktur PT Mayawana Persada, Iwan Budiman S.Hut, menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berhenti pada pemadaman api. Perusahaan terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi kawasan dan langkah pengelolaan yang perlu diperkuat ke depan.

"Prioritas kami saat ini adalah memastikan penanganan kebakaran dilakukan secepat dan seefektif mungkin, sekaligus mencegah dampaknya meluas terhadap lingkungan dan masyarakat. Kami menyadari bahwa kejadian ini juga menjadi perhatian berbagai pihak," ujar Iwan Budiman.

Setelah api berhasil dikendalikan, tim tetap melanjutkan proses pendinginan dan pemantauan area secara berkala untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Pemantauan titik panas juga disinkronkan dengan platform resmi SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta patroli darat harian.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index