SINGKAWANG — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang Asmadi menyatakan, dasar pengambilan kebijakan itu adalah hasil pemeriksaan Dinas Lingkungan Hidup setempat yang mencatat ISPU Singkawang berada di angka 71 atau kategori sedang.
"Pembelajaran tatap muka di sekolah ini berdasarkan hasil pemeriksaan dari DLH Singkawang bahwa kondisi ISPU di Kota Singkawang pada hari ini sudah berada di angka 71, masuk kategori sedang," kata Asmadi di Singkawang, Rabu.
Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 20 Tahun 2026. Pada kondisi ISPU kategori sedang, pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan secara penuh dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan peserta didik.
Evaluasi Harian Jadi Dasar PTM Bisa Kembali Daring
Asmadi menegaskan pelaksanaan PTM masih tentatif. Pemerintah daerah akan mengevaluasi pembelajaran berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara setiap hari.
"Artinya apabila kualitas udara sewaktu-waktu berubah dikarenakan kabut asapnya kembali pekat, maka bisa saja pembelajaran tatap muka berubah ke sistem daring lagi," ujarnya.
Sejumlah langkah perlindungan juga diminta diterapkan sekolah selama PTM berlangsung. Aktivitas olahraga dan kegiatan ekstrakurikuler yang biasanya digelar di luar ruangan diarahkan untuk dilaksanakan di dalam kelas.
Siswa diminta menggunakan masker serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat selama berada di lingkungan sekolah.
ISPU Singkawang Fluktuasi Sejak 13 Agustus
Kepala DLH Kota Singkawang Emy Hastuti menyebut pihaknya akan terus melakukan pemantauan kualitas udara setiap hari sebagai dasar evaluasi kebijakan pembelajaran.
"Sejak kami melakukan pemantauan ISPU pada tanggal 13 Agustus sampai sekarang, kondisi udara di Singkawang ISPU-nya fluktuasi. Kadang naik terus, dan turunnya baru hari ini sampai angka 71," katanya.
Penurunan ISPU tersebut salah satunya diduga dipengaruhi hujan yang mengguyur secara merata di lima kecamatan di Kota Singkawang pada Senin (14/9) sore.
Kabut Asap Kiriman Masih Berpotensi Kembali
Emy mengingatkan kondisi udara belum dapat dikatakan sepenuhnya normal. Kabut asap masih berpotensi kembali terjadi, termasuk akibat asap kiriman dari wilayah kabupaten/kota di sekitar Singkawang.
"Masih belum bisa dikatakan normal, karena bisa saja nanti kabut asap kembali terjadi akibat kiriman dari kabupaten/kota di sekitar Singkawang," ujarnya.
DLH Singkawang akan melanjutkan pengukuran kualitas udara secara berkala dan menyampaikan hasil pemantauan kepada dinas terkait sebagai bahan evaluasi pelaksanaan PTM.
"Untuk memastikan itu, kita akan lakukan pengukuran setiap hari sampai ISPU di Kota Singkawang betul-betul normal," kata Emy.