Injeksi Chemical Semar di Meruap Sarolangun Dongkrak Minyak 20 Persen

Rabu, 16 September 2026 | 12:49:31 WIB
Produksi minyak Lapangan Meruap, Sarolangun, Jambi, naik rata-rata 20 persen setelah injeksi chemical Semar selama empat bulan.

JEJAKCARBON.COM — Produksi minyak di Lapangan Meruap, Kabupaten Sarolangun, Jambi, naik rata-rata 20 persen dari baseline setelah injeksi chemical Semar dijalankan selama empat bulan, Februari hingga Juni 2026. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyebut hasil ini sebagai kabar baik bagi upaya menjaga produksi di lapangan mature. Kenaikan tersebut diharapkan menambah pasokan minyak nasional yang selama ini masih bergantung pada impor.

Paragraf pembuka: Lapangan Meruap dikelola PT Pertamina EP bersama BWP Meruap lewat skema Kerja Sama Operasi (KSO) yang berjalan sejak Juli 2014. Produksi puncaknya pernah menyentuh sekitar 5.000 barel minyak per hari (BOPD) pada tahap produksi primer, lalu turun ke sekitar 2.500 BOPD di tahap sekunder. Injeksi chemical lewat program C-EOR Semar menjadi cara KSO BWP Meruap mengerek kembali produksi melalui penerapan Improved Oil Recovery (IOR).

Hasil Injeksi Empat Bulan

Djoko Siswanto menyampaikan capaian ini dalam keterangan yang diterima OG Indonesia, Rabu (16/9/2026). Menurut dia, injeksi chemical Semar yang diterapkan di KSO Meruap berhasil menaikkan produksi minyak rata-rata sekitar 20 persen dibandingkan base line.

"Alhamdulilah C-EOR Semar yang diterapkan di KSO Meruap berhasil menaikkan produksi minyak rata-rata +/- 20% dari base line," kata Djoko.

Injeksi berlangsung selama empat bulan, dari Februari hingga Juni 2026. Djoko berharap program serupa bisa berlanjut dan diperluas ke lapangan mature lain di Indonesia.

"Mohon dukungan dan doa Insya Allah program EOR injeksi chemical Semar terus berlanjut. Aamiin YRA," ujarnya.

Lapangan Tua dan Tantangan Reservoir

Sejak awal Maret 2026, Djoko memang sudah menyoroti kondisi Lapangan Meruap yang masuk tahap Tertiary Recovery. Lapangan ini tergolong mature, dengan tantangan berupa penurunan tekanan reservoir dan kenaikan water cut.

Kondisi itu membuat produksi minyak sulit dipertahankan dengan cara konvensional. Injeksi chemical dan extended stimulation (ES) menjadi salah satu upaya nyata untuk menahan laju penurunan produksi migas di lapangan tua.

Pola serupa dinilai bisa diterapkan lebih masif di lapangan mature lain. Sebab, sebagian besar lapangan minyak Indonesia saat ini sudah melewati puncak produksinya dan menghadapi masalah tekanan reservoir yang sama.

Arti bagi Target Lifting Nasional

Peningkatan 20 persen di Meruap memang tidak besar dalam skala nasional. Namun, langkah ini menunjukkan teknologi EOR bisa menjadi jawaban untuk lapangan yang sudah menua, bukan hanya mengandalkan pengeboran sumur baru yang biayanya jauh lebih mahal.

Pemerintah terus menaikkan target lifting minyak setiap tahun. Karena itu, program IOR dan EOR di lapangan mature menjadi salah satu penopang yang diandalkan SKK Migas bersama kontraktor kontrak kerja sama.

Keberhasilan C-EOR Semar di Meruap memberi gambaran bahwa injeksi chemical bisa diandalkan untuk menjaga ketahanan energi nasional. Jika program ini berlanjut, lapangan-lapangan tua lain berpeluang mengikuti jejak yang sama.

Tags

Terkini