PT Bukit Asam Raup Rp22 Triliun, Produksi Batu Bara Semester I 2026 Capai 19,4 Juta Ton

Jumat, 04 September 2026 | 01:04:31 WIB
PT Bukit Asam membukukan pendapatan Rp22 triliun pada semester I 2026 dengan produksi batu bara mencapai 19,4 juta metrik ton.

JEJAKCARBON.COM — Kenaikan pendapatan perseroan ditopang oleh penguatan harga jual rata-rata yang tercatat naik 10% secara tahunan atau year on year (YoY). Indeks harga batu bara acuan global pun menunjukkan tren positif, dengan Newcastle Index menguat 25% YoY dan ICI-3 naik 15% YoY.

Di sisi lain, volume produksi batu bara PTBA mencapai 19,4 juta metrik ton pada Januari–Juni 2026. Angka ini menurun 10% dibanding periode yang sama di 2025 yang mencapai 21,7 juta metrik ton.

Penurunan juga terjadi pada volume penjualan. Perseroan mencatat penjualan 21,09 juta metrik ton sepanjang semester I 2026, atau turun tipis 2% dari realisasi 21,6 juta metrik ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Target Produksi 2026 Masih Dipertahankan

Meski kinerja produksi semester I terkoreksi, manajemen PTBA masih mempertahankan target produksi hingga akhir tahun sebesar 49,55 juta metrik ton. Adapun target volume penjualan perusahaan ditetapkan pada angka 49,51 juta metrik ton.

Sejalan dengan itu, perseroan mengklaim telah mendorong pemulihan kinerja produksi secara kuartalan dan tahunan. Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, menyebut kondisi operasional yang lebih kondusial menjadi faktor pendukung pemulihan tersebut.

Pasar Domestik Kuasai Separuh Penjualan

Dari total penjualan hingga akhir Juni 2026, pangsa pasar domestik mencapai 51%, sementara sisanya sebesar 49% ditujukan untuk pasar ekspor. Komposisi ini menunjukkan keseimbangan PTBA dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus meraih peluang pasar global.

Bambang menjelaskan, di tengah momentum penguatan harga batu bara global, perseroan berupaya mengoptimalkan peluang pasar melalui strategi penjualan yang adaptif dan program efisiensi yang tepat sasaran. "Capaian tersebut mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menangkap momentum pasar secara optimal, dengan tetap menjaga disiplin operasional dan efisiensi biaya sebagai fondasi pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (3/9).

Untuk pasar ekspor, lima negara tujuan terbesar penjualan batu bara PTBA pada periode ini ditempati oleh Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand.

Tags

Terkini