Strategi Ketahanan Energi Dirumuskan dalam Forum Migas 2026 di Bandung

Rabu, 02 September 2026 | 06:42:31 WIB
Sekretaris Jenderal IAFMI Gede Pramona (tengah) didampingi Ketua FFPM Irfan Eka Wardhana (kiri) dan Sekretaris SKK Migas Luky A. Yusgiantoro (kanan) membuka Forum Migas 2026 di Bandung, Selasa (2/9).

JEJAKCARBON.COM — Pembukaan forum ditandai dengan sambutan dari Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi Indonesia (IAFMI), Gede Pramona, didampingi Ketua FFPM Irfan Eka Wardhana. Kepala SKK Migas Siswanto diwakili oleh Sekretaris SKK Migas Luky A. Yusgiantoro dalam pidato pembukaannya.

Mengangkat tema "Securing Energy Supply Across Production Facilities and Infrastructure", forum ini menjadi ruang diskusi bagi para pengambil keputusan di industri migas nasional.

Mengapa Forum Ini Penting?

Irfan Eka Wardhana menekankan bahwa industri migas kini menghadapi dinamika yang menuntut kolaborasi lebih erat antara sektor hulu dan hilir.

"Dinamika industri migas saat ini menuntut kita untuk memecah sekat-sekat operasional. FFPM 2026 secara khusus dirancang untuk menjembatani sinergi hulu dan hilir guna memastikan ketahanan energi nasional," ujarnya.

Forum ini diselenggarakan IAFMI bersama SKK Migas, menjadi kelanjutan diskusi berkala yang sudah berjalan sejak 2018.

Siapa yang Ambil Bagian?

Diskusi dibagi dalam tiga panel tematik. Panel pertama membahas ketahanan infrastruktur lewat pelaksanaan proyek dan pengelolaan aset, dimoderatori Luky A. Yusgiantoro. Pembicaranya berasal dari Pertamina Hulu Energi, BP Asia Pacific & India Upstream, Pertamina Patra Niaga, dan PT Energi Mega Persada.

Panel kedua menyoroti rantai nilai energi terintegrasi dari hulu ke hilir, menghadirkan pembicara dari SKK Migas, Dewan Keamanan Energi, BPH Migas, dan PT Pertamina (Persero).

Panel ketiga fokus pada transisi energi berkelanjutan untuk ketahanan pasokan gas domestik. Diskusi ini dimoderatori Daniel S Purba dengan pembicara dari PT Diamond Gas Management Indonesia, PGN, SEARAH Ketapang Ltd., dan PLN EPI.

Fokus Utama: Keandalan Fasilitas

Ketua IAFMI Luky A. Yusgiantoro menyatakan forum ini menjadi wadah menyusun strategi menghadapi tantangan energi nasional.

"FFPM 2026 menyediakan wadah untuk menyusun strategi yang komprehensif dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut," kata Luky.

Menurutnya, penguatan keandalan fasilitas dan pembangunan infrastruktur baru menjadi prioritas agar produksi migas berjalan aman dan efisien. Keandalan fasilitas produksi yang terjaga menjadi kunci menjaga pasokan energi tetap mengalir ke masyarakat dan industri.

Agenda Hingga Penutupan

FFPM 2026 berlangsung hingga 3 September. Hari kedua diisi agenda teknis dan inovasi. Penutupan akan dirangkaikan dengan IAFMI Innovation Award dan Business Forum, ajang bertemunya pimpinan industri dengan penyedia teknologi.

Forum ini menjadi penanda bahwa kolaborasi lintas sektor dianggap semakin genting di tengah tekanan penurunan produksi lapangan tua dan kebutuhan energi dalam negeri yang terus bertambah.

Tags

Terkini