JEJAKCARBON.COM — Gempa berkekuatan besar yang berpusat di laut selatan NTT tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga menguji ketahanan infrastruktur energi. Salah satu yang terdampak adalah Fuel Terminal Reo, fasilitas penyimpanan dan penyaluran BBM milik Pertamina Patra Niaga yang melayani kebutuhan solar dan bensin di Manggarai Raya serta sekitarnya.
Direktur Armada dan Logistik Pertamina Patra Niaga, Arif Yuniarto, mengungkapkan bahwa operasional terminal kini berangsur normal. "Alhamdulillah, secara berangsur-angsur operasional terminal sudah berjalan dengan normal," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Kerusakan Infrastruktur dan Perbaikan Cepat
Meski pasokan aman, gempa meninggalkan sejumlah kerusakan fisik di dalam area terminal. Berdasarkan hasil peninjauan langsung, ruang kantor dan musala belum bisa digunakan karena rusak. Pagar pelindung di sekitar fasilitas juga roboh, sementara retakan muncul pada bagian fasilitas penyaluran BBM.
Arif menambahkan, perbaikan teknis terhadap infrastruktur yang rusak telah dilakukan secara bertahap. Prioritas utama tetap pada keselamatan para pekerja dan memastikan distribusi BBM tidak terhambat.
Kunjungan Iriawan ke FT Reo bukan sekadar inspeksi. Ia memastikan kesiapan sarana penyuplai BBM dan kelancaran penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak bencana.
Perjuangan Para Perwira Terminal di Tengah Bencana
Di balik pulihnya operasional, ada kisah dedikasi para pekerja lapangan. FT Manager Reo, Mumu Najmudin, mengakui bahwa para perwira terminal sempat panik saat gempa pertama terjadi. Namun, mereka memilih bertahan di pos masing-masing demi menjaga keamanan stok BBM.
"Kami masih siap. Teman-teman tetap bertahan di sini untuk menjalankan tugas dari perusahaan, meskipun merasakan gempa dari hari pertama," ujar Mumu.
Komitmen itu mendapat apresiasi langsung dari Komisaris Utama Pertamina. Ia menyebut para pekerja sebagai garda terdepan yang mencegah kekacauan pasokan energi di wilayah terdampak bencana.
"Saya mewakili Dewan Komisaris dan manajemen, saya tegaskan tanpa kalian, tidak akan ada pasokan energi di wilayah ini dan chaos pasti terjadi. Kalianlah para pejuang energi yang sebenarnya," kata Iriawan.
Jaminan Pasokan untuk Masyarakat
Gempa NTT menjadi ujian nyata bagi ketahanan logistik energi di kawasan timur Indonesia. Dengan berfungsinya kembali FT Reo, masyarakat dapat memperoleh BBM untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk menjalankan generator listrik dan transportasi darurat pascabencana.
Pertamina memastikan stok BBM di NTT aman dan distribusi terus berjalan. Perbaikan menyeluruh pada infrastruktur terminal yang rusak akan terus dilakukan seiring pemulihan kondisi pascagempa.
Kejadian ini menunjukkan bahwa koordinasi cepat antara manajemen pusat dan pekerja lapangan menjadi kunci menjaga layanan energi publik tetap hidup di tengah situasi darurat.