Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan Resmi Dibuka di Pontianak, 30 Ibu Ahli Waris Diapit Pelatihan Usaha Kuliner

Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:40:02 WIB
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan membuka Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan di Pontianak, Selasa (18/8/2026).

PONTIANAK — Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan resmi berjalan di Kalimantan Barat. Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan membuka langsung kegiatan bertema "Bangkit Merajut Kemandirian Menuju Kesejahteraan Berkelanjutan" di Aula Eks Gedung Bank Indonesia, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan ini menyasar 30 ibu ahli waris yang ditinggal tulang punggung keluarga. Mereka tidak sekadar menerima santunan, tetapi juga dibekali keterampilan agar bisa membuka sumber penghasilan baru.

Santunan Jangan Habis untuk Konsumsi, Ubah Jadi Modal Usaha

Krisantus menegaskan, BPJS Ketenagakerjaan kini bertransformasi. Lembaga ini tidak lagi berhenti pada pembayaran klaim kecelakaan kerja atau kematian, tetapi merambah pendampingan keberlanjutan hidup ahli waris.

"Pelayanan yang diberikan tidak berhenti pada penyerahan santunan atau jaminan tunai, tetapi melangkah lebih jauh melalui program pendampingan berbasis keberlanjutan," ujarnya.

Ia mengingatkan agar dana santunan tidak dihabiskan untuk kebutuhan konsumtif. Para ahli waris didorong mengelola dana tersebut sebagai modal merintis usaha, salah satunya kuliner khas Kalimantan Barat.

Potensi Usaha Kuliner dan Frozen Food di Kalbar Terbuka Lebar

Pelatihan yang diberikan mencakup pengolahan bahan, menjaga higienitas, pengemasan, hingga penentuan harga jual. Krisantus menyebut produk frozen food menjadi salah satu peluang yang menjanjikan.

"Ujian hidup boleh mematahkan satu dahan, tetapi Anda adalah pohon yang harus terus tumbuh dan berbuah bagi anak-anak dan keluarga," pesannya di hadapan para peserta.

Ia juga mendorong peserta memanfaatkan media sosial untuk pemasaran. Dengan begitu, produk tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu, bahkan mampu menjangkau pasar lebih luas.

Pemprov Kalbar Siapkan Pendampingan Hingga Perizinan Usaha

Krisantus tidak ingin pelatihan ini berhenti begitu acara selesai. Ia meminta Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Barat bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk pendampingan lanjutan.

Sinergi itu mencakup pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga peluang pemasaran lewat pameran dan pengadaan konsumsi kegiatan pemerintahan.

"Serap ilmu dari para instruktur, mulai dari pengolahan, menjaga higienitas, pengemasan, menentukan harga jual, hingga memasarkan produk. Nanti melalui dinas kami, akan kami bantu sinergikan agar usaha yang dirintis dapat terus berkembang," pungkasnya.

Program ini diharapkan menjadi titik awal bagi para penerima manfaat untuk mandiri secara ekonomi dan meningkatkan pendapatan keluarga secara berkelanjutan.

Tags

Terkini